Kondisi yang disebut sebagai fenomena “nyaris menang” itu memengaruhi cara otak dalam merespons. Saya kira, perlu sebuah pendekatan yang lebih nyata dan solutif lagi. Memblokir akun bukan solusi melainkan akan semakin banyak akun akun baru yang akan lahir. Akan tetapi dengan memblokir mental judi online maka lambat laun para pemain judi online akan semakin berkurang. Beberapa dikalangan masyarakat tentunya memiliki alibi masing-masing terkait judi online. Seperti masyarakat biasa mengatakan bahwa mereka bisa menghasilkan uang dari situs tersebut.
INFORMASI PENTING
Dan hal yang membuat lebih miris lagi karena uang yang dipakai itu sumbernya dari kiriman orang tuanya di kampung. Walau kalah berkali-kali, pemain yang kecanduan judi online biasanya akan terus melakukan taruhan uang atau menaruh deposit sampai mengalami kerugian keuangan. Saat uangnya casino habis, pemain judi online seringkali tak segan-segan untuk berhutang atau mendapatkan pinjaman online.
Banyak yang terjebak dalam aktivitas ini rela menghabiskan uang tanpa berpikir panjang, bahkan hingga menguras tabungan dan menjual aset. Jangan biarkan judi online mengendalikan hidup Anda dan menjauhkan Anda dari hal-hal yang benar-benar berarti. Menurut Imam Al-Ghazali (w. 505 H), jika seseorang bersama pada dirinya harta haram dan ia menginginkan taubat dan terbebas darinya, maka ada tiga hal yang harus ia lakukan. Pertama, jika pemiliknya diketahui dengan pasti maka ia harus mengembalikan kepada pemilik atau wakilnya. Dan ketiga, disedekahkan kepada fakir miskin, cukup hanya diberikan kepada seorang fakir saja.